SMAS Katolik St. Thomas Aquino Kota Mojokerto memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan berakar kuat pada misi pendidikan karakter serta keagamaan.
Awal Berdirinya: Fondasi Iman dan Pendidikan: SMAS Katolik St. Thomas Aquino bermula dari komitmen Yayasan Pendidikan Katolik Yohanes Gabriel (Pusat Surabaya) untuk menyediakan wadah pendidikan menengah atas yang berkualitas di wilayah Mojokerto. Nama "St. Thomas Aquino" dipilih bukan tanpa alasan; ia adalah pelindung para pelajar dan teolog yang melambangkan sintesis antara iman (fides) dan rasio (ratio).
Sekolah ini didirikan pada tahun 1982 untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan budi pekerti yang luhur. Pada masa-masa awal, fasilitas yang dimiliki masih sangat sederhana, namun semangat para perintis dan guru-guru pertama menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sekolah ini telah mengalami 8 kali pergantian kepala sekolah sejak didirikan : 1982 – 1985 : Chris Sudarato; 1985 – 1992 : Bpk. Alfon Uran Basa; 1992 – 1993 : Bpk. J. Subijantoro B.A; 1993 – 2003 Ibu Dra. Sriwahyuningtyas; 2003 – 2011 : Drs Adi Sunyoto; 2011 – 2015 : Drs. Agik Kuswanro M.M; 2015 – 2025 : Ibu Theresia Widiastuti; 2025 – sekarang : Bpk. Paulus Kuntoro, S.Psi., M.MPd
Masa Perkembangan dan Konsolidasi : Seiring berjalannya waktu, SMAS Katolik St. Thomas Aquino mulai menancapkan eksistensinya di Kota Mojokerto. Beberapa tonggak sejarah penting meliputi: Pembangunan Infrastruktur: Secara bertahap, sekolah mulai membangun gedung permanen, laboratorium, dan sarana ibadah yang memadai di lokasi strategis pusat kota; Penguatan Identitas: Sekolah ini dikenal sebagai institusi yang disiplin dan mengedepankan pembentukan karakter melalui kegiatan religiositas dan organisasi siswa; Adaptasi Kurikulum: Mengikuti perkembangan zaman, sekolah bertransformasi dari kurikulum konvensional menuju kurikulum yang lebih modern, namun tetap mempertahankan pengajaran nilai-nilai etika dan moral.
Era Modern dan Transformasi Digital: Memasuki era milenium dan hingga saat ini, SMA Katolik St. Thomas Aquino terus berinovasi untuk tetap relevan. Transformasi yang dilakukan meliputi: Integrasi Teknologi: Penerapan sistem informasi sekolah yang menghubungkan guru, siswa, dan orang tua untuk transparansi pendidikan; Program Inovatif: Sekolah melahirkan berbagai program unggulan seperti Core Clarity Retreat, Hunt for Hire; The Learning Crucible; Career Immersion Program, Hari studi, Dayly Core Point Value, September Festival, Pekan Santhom, Expo dan Outing Campus yang berorientasi pada karakter, mental, karir dan dunia kerja; Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Siswa-siswinya aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba tingkat kota maupun provinsi, memperkuat posisi sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta yang diperhitungkan di kota dan kabupaten Mojokerto.
Kondisi Saat Ini: Kini, SMAS Katolik St. Thomas Aquino berdiri sebagai sekolah yang inklusif namun tetap memegang teguh jati diri Katoliknya. Dengan fasilitas yang terus diperbarui dan tenaga pendidik yang adaptif terhadap kurikulum terbaru (seperti Kurikulum Merdeka), sekolah ini berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.